[Politik] Iklim Politik Pasca Pilkada DKI
Sebagai wong cilik saya kok sepertinya terlalu lancang mbahas politik yang terlalu tinggi untuk otak dgan spesifikasi rendah sprti milikku ini.
Namun kata istri yg aku sayangi, kurang jentel katane kalau laki2 gak ngerti soal politik. Wah.! Blaik tenan ik..
Semenjak itu meski mual2 saya coba menikmati & mencerna sarapan berita politik meski tak seasyik sinetron india favorit saya ^_^
Bukan apa2 berkaca pada pilkada DKI yg tlah berlalu jelas sekali seseorang rela kehilangan jati diri demi sebuah posisi.
Isu2 yg di blow-up untuk mengantarkan masing2 jagoan tampak sekali mana yg lebih efektif dan tidak.
Isu sara yg dikemas sdmikian rupa mampu membuat sang petahana keok dan ndlosor tanpa sanggup berkata2.
Jika fenomena ini tidak di sikapi maka cara2 yg sama akan di aplikasikan di percaturan pilpress nanti.
Bahkan sang aktor sprtinya sdah tidak sabar menunjukkan keahliannya dalam memanipulasi kepercayaan.ini terbukti dgn koalisi di belakang layar yg ia bangun, sang aktor menginginkn robohnya pemerintah sah saat ini sebelum 2019 nanti.
Dgn strategi yg sdah teruji , kembali lagi islam di seret para ambisius kekuasaan menjadi alat untuk mengintimidasi yg bertolak belakang dgn Ruh Agama islam itu sndri.
Kedua ormas islam terbesar di indonesia sdah brhasil di susupi.
Sebut saja Bans** dan Kok** yg slama ini duduk berdampingan meskipun dgn perbedaan pandangan. Kini mulai gerah saling memuji diri sndiri dan menjelekkan satu sama lain.
Inilah bibit2 teror yg sudah mulai di tanam sang aktor, tinggal menunggu kapan ia mau , kapan ia perlu cukup menyulut sumbunya saja.. maka DUAR ! ... perang saudara seagama terjadi di depan mata.
Jika sdah bgni smua akan menyalahkan jokowi , jka sdah begitu hasil kerja kerja kerja yg sdah di persiapkan pak presiden maju 2 periode akan sia2.tertutup oleh keamanan dan ketentraman yg sdah terkoyak.
Harus dwaspadai. Gesekan2 sekecil apapun harus diredam dgn cara yg santun dan senyap. Jika lengah dan api sdah membesar maka akan sulit dkendalikan dan bapak akan di lengserkan dan siap di gantikan wak** anda yg sdah bergairah.
Sang aktor akan muncul di tengah2 kekacauan yg ia ciptakan seolah2 menjadi pahlawan. Hanya dia yg mampu mengendalikan , sehingga rakyat harus memilih-nya di 2019 agar tercipta kedamaian , ketentraman krna sang kepala preman sebenarnya DIA.
So silahkan menilai saya condong kesiapa ? Ya... sdah jelas.. saya tidak mau ketentraman keluargaku di rusak oleh ambisius2 kekuasaan dgn menjual keyakinan.
Post a Comment
Post a Comment