Hoax komoditas bagi sekelompok kaum munafik

Belakangan ini perang hoax menjadi buah bibir di dunia awan alias dunia maya. Dari pejabat negara hingga pedagang pecel lele di buat kerepotan oleh berita hoax.

Berita yang di besar besarkan sekaligus mengandung kontrofersi sengaja di produksi secara masif tak pandang bulu cenderung untuk memfitnah tokoh atau brand tertentu yang penting ia mengundang penasaran ( klik bait ).

Tak ada lagi etika jurnalistik sebagai acuan. Siapapun ia bantai di jadikan korban. Bagi mereka yang penting heboh ramai. Website nya banyak di kunjungi dan banyak di share di media sosial.

Dan parahnya mereka tak peduli akibat ulahnya tersebut bisa memicu perpecahan agama , suku hingga golongan.

Baginya duit dari iklan itu enak , gembar gembor dan terus menjadi kompor.

Mungkin mereka yang di balik itu ngerti agama tapi tutup mata bahwa apa yg di buatnya bisa menimbulkan kerugian ,perpecahan hingga pengrusakan.

Saya sendiri memiliki pengalaman akibat hoax yang mana istri selalu saja share dan bahkan mempercayai artikel dari sebuah website hoax yang akhirnya memicu pertengkaran.

Sejak itu saya terpaksa membuat blog abal2 sebagai tandingan setiap artikel yg di share istri.

Mau tau artikel yang dishare apa ?
Suami tidak boleh bla bla bla sama istri.
Suami haram jika bla bla bla

Akhirnya di blog abal2 saya saya bikin tandingan 7 hal yang tidak boleh di lakukan istri ke suami..
Ha ha isinya ya suka suka yang penting mematahkan artikel yang di share istri.

Maksudnya hanya untuk tandingan malah banyak di share oleh bapak2.. jadi dosa deh saya..

Begitulah efek skala kecil artikel atau berita hoax.
Semoga kalian tetap menjadi bloger2 yang waras.

Author

Obeng24 Obeng24 Puji Legok Hanyalah seorang yang konsumtif , agar tidak mubazir ingin membagi review barang - barang yang di beli .

Post a Comment