Filosofi abah warung banjar

Halo kawan piye kabare ? Nengokin tv makin gak jelas wae beritae. Untung ane gak duwe tv dadine ya aman kawal pikiran gak kemrungsung.

Akibat masih sambil nguli di kantor kepaksa saya menuruti untuk mutasi di daerah pulang pisau dekat kapuas. Meski di daerah pulang pisau saya memilih tinggal di kapuas soalnya lebih dekat bjm alias banjarmasin.

Bagi saya dimanapun oke selama ada signal internet , meski lemot alhamdulilah indosat masih konek. Di backup dengan paketan simpati yang jaringannya jos tapi bikin kantong ngos.

Di kota kapuas ini saiya coba berburu kuliner makanan yang paling saya gemari yakni nasi goreng, meski tak ada sebenarnya makanan asli daerah sini nasi goreng. Hal ini terlihat sekali dimana penjual nasgor yang tetap saja mas mas dan pak pak dari jawa.

PEDES ORA MAS ?

Nah ditengah kebosanan saya mencicipi nasgor saya mencobai warung abah banjar yang memang terlihat sepi. Meski terlintas difikiran pasti makananya tidak enak karena sepi pengunjung. Tapi sudahlah saya masuk aja. Sayapun mulai memesan semangkuk soto banjar dan segera si paman mengantarkan di meja saya.

Dengan pelan tapi pasti ku nikmati kuah ketal khas soto kalimantan ini. Nyaman...
Ditengah asik menikmati makan malamku tiba2 si paman penjual soto keluar dari dapur sambil membawa makanannya di pojok sebrang meja saya.
Baru kepikiran saya dengan perkataan seorang teman jika para pedangan banjar pantang makan jika belum ada yang membeli di warungnya.
Bukan hanya pedagang makanan saja melainkan hampir semua yang asal orang banjar.
Entah itu benar atau tidak yang jelas saya saksikan sendiri pedagang soto ini makan setelah saya membeli sotonya.

Pelajaran yang bisa kita ambil dalam hal ini untuk dunia perngeblokan ialah.
Sanggupkah kita bertirakat dulu... baru senang kemudian ?
Dimana pedagang soto ini rela menahan lapar berjam jam hingga ada pembeli di warungnya ?
Seolah bagai anak kecil yang tak mau makan jika tidak di belikan mainan.
Ia seolah menujuk ke tuhan beri aku rejeki baru aku makan , biar aku lapar sampai pagi selama engkau tak kirim pembeli ke warung kami aku tetap takkan makan.

Apakah kita demikian ?
Sebagai blogger apakah kita rela bertirakat , bersusah2 dulu baru senang kemudian ?
Baru membangun blog 2 hari saja sudah ngeluh gak ada pengunjung , baru punya visitor 100/day saja sudah sibuk ndaftarin ke adsense.

Google sebenarnya paham dengan membuat aturan blog baru bisa di daftarkan adsense setelah berumur 6 bulan.

Itu berarti kita di suruh bangun branded dulu. Kita isi dulu blog kita dengan artikel artikel yang memang berkualitas dan membuat pengunjung betah.

Kita kalikan saja jika kita rutin ngeblog sehari 2 artikel x 30  sudah 60 artikel dalam sebulan.
Kali 6 bulan ? 360 artikel.
Jika 1 artikel kita bisa mendatangkan pengunjung 2 saja dari search enggine kali 360 sudah 720 visitor perharinya. Jika konten kita menarik tiap pengunjung bisa membuka halaman berkali2.
Wowowowowo....

Bisakah kita demikian ? Mengikuti filosofi abah banjar dalam ngeblog ? Pantang pasang iklan sebelum unik visitor 1k/day ?

Meski diluaran sana banyak yang memiliki trik daftar adsense modal 5 - 10 artikel saja sdah ketrima , bahkan yang bug satu hari langsung iklan tayang.

Tapi blogger sejati harus berani mengawali dengan tirakat ala abah banjar.

Dgan begitu mental blogger akan tertanam tak akan patah semangat meski badai banded menerjang.

Tetap semangat kawal...

Author

Obeng24 Obeng24 Puji Legok Hanyalah seorang yang konsumtif , agar tidak mubazir ingin membagi review barang - barang yang di beli .

Post a Comment